Rabu, 16 Maret 2022

Ekspektasi 2

 1 tahun lalu, aku pernah menulis dengan judul yang sama.

Aku lupa alasan mengapa aku menulisnya, tapi aku masih ingat "rasa" dalam tulisan itu. Betul, kurang lebih seperti saat ini, saat dimana aku menulis ulang tulisannya.
Sebenarnya, aku bukan satu-satunya manusia tersedih dimuka bumi ini, hanya saja aku menipu daya dan melemahkan hati karna ternyata kapasitasku tidak bisa mengimbangi.
Padahal kalau di ingat-ingat, apasih yang membuatku sedih? kalau kata orang, aku masih punya orangtua lengkap, badanku pun sempurna tidak ada cacat ya meskipun kurang tinggi sih hehe, selain itu aku sudah punya suami dan beliau pun amat sayang padaku. "ah emang dasarnya gak bersyukur aja" ucap mereka yang sejatinya hanya tau teras depan rumahku saja.
Mungkin sekali-kali mereka harus ku ajak masuk rumah dan ku tawari kopi ya, biar mereka tak hanya memandang rumahku dari luar.

Tidak ada yang salah dari apa yang mereka katakan, aku memang memiliki banyak hal yang patut ku syukuri, tapikan mereka tidak tau hal-hal lain lagi yang membuatku sedih?
Contohnya seperti, bagaimana aku dibebani dengan ekspektasi yang begitu besar beserta harapan yang tidak bisa aku gagalkan. Jujur, bicara soal "ekspektasi" aku tidak tau bagaimana cara memperkecil makna ini.
Sampai-sampai ku tanyakan dalam tulisan sebelumnya "rumah mana yang harus ku pulangi?" ya. Aku tidak memiliki rumah untuk pulang dengan aman. Sekalipun itu orang tua.
Karna apa yang mereka tanamkan dalam pikiran anak pasti akan membekas, sekecil apapun itu. Yang kemudian akan mempengaruhi sikap anak itu sendiri kepada orang tua.

Sering sekali ku tanyakan pada diri sendiri, bukankah aku juga manusia? memiliki hati dan pikiran, bisa merasakan sakit dan tertekan, ku pikir itu normal. 

Lalu, apakah bagi mereka aku hanya sebuah karya untuk merealisasikan semua ekspektasinya saja? yang katanya "tidak boleh gagal", "tidak boleh cengeng", "liat deh anak sebelah selalu bantu keuangan orangtuanya", dan atau "kamu harus jadi ini ya nanti.." it's hurt.
Hidup dalam keinginan orang lain itu lebih menyakitkan dari hal apapun. benar-benar sangat menyakitkan. sampai tidak bisa ku definisikan.

Mereka seperti tampak mudah memberi tekanan pada setiap ucapannya, padahal mereka tidak tau aku sudah cukup babak belur untuk memenuhi segala ekspektasinya.
Bertahan hidup saja sudah sulit, apakah itu tidak cukup?

Minggu, 13 Agustus 2017

Dear my life..
halo my life. Bagaimana tentangmu? Untuk sejauh ini? Bukankah kau sudah cukup lama tinggal di bumi? ya 19tahun bukan waktu yang sebentar, sekalipun kau baru memulainya dari usia 5tahun. Setidaknya di usia itulah kau sedikit punya gambaran untuk mengingat masa kecil.
lantas bagaimana sekarang? Apa semuanya baik-baik saja. Aku pikir.. tidak. Ya? Aku mengerti semuanya masih sama seperti sebelumnya. Roda yang diputari warna muram dan dikelilingi awan mendung. Benar begitu?
So, this is a life. Tempat dimana bukan hanya kau yg merasa sendirian. Bukan hanya kau pula yg merasa kesulitan. Semua orang punya banyak cara untuk menyembunyikan kesedihan. Dan barangkali kau tidak melihatnya, itulah kenapa kau merasa hanya kau yg sedang merasakan kesulitan ini.
oh ya. Aku tidak sedang berbicara tentang orang lain. Tapi aku sedang membicarakanmu. Hidup. Hidupku..
Oke ekhemm, aku akan menyebutnya "aku" agar lebih jelas dan tegas.
Aku. Hidup 19tahun disini. Dibumi. Aku selalu memulai semuanya dari nol di tiap tahun ke tahun. Dan berujung nol pula di tiap akhir tahun ke akhir tahun. Maksudku, aku selalu berkeinginan semuanya menjadi lebih baik saat aku mencoba memulai dari awal dan melupakan yg pahit dibelakang. Tapi cara memulaiku selalu berakhir dengan cara yg sama. Yaitu sama-sama nol.
haha aku kadang merasa semua terlalu seperti lelucon. Tapi siapa yang tau kalo usaha kita akan berakhir jatuh berulang kali?
seperti mereka, orang-orang yg tidak bisa ku maafkan sampai sekarang. Orang-orang yang selalu membuatku percaya diri lalu tak lama menghancurkannya lagi. Orang-orang yang selalu membuatku semangat lalu mematahkannya jua. Orang-orang yang menenangkanku, yang memberiku janji untuk tidak akan meninggalkanku dan lantas mereka pergi setelah memberi janji itu.
tidak bisa ku mengerti, semuanya terulang berulang kali. Membuatku tak habis pikir tentang bagaimana cara otak mereka berjalan. Tidakah terlalu mudah untuk mereka mematahkan semangatku? Membuatku merasa sia-sia. Membuatku hancur tanpa aku tau apa alasannya. ya memang untuk mereka ini biasa. Tidak ada hal istimewa di dalamnya tentang siapa aku bagi mereka.

Sabtu, 01 April 2017

Rest In Peace

Hidup itu fase. Segala sesuatu yang berhubungan dengan fase sudah pasti memiliki awal dan akhir.
Hidup itu pertemuan. Pertemuan antara orang-orang yang tidak saling mengenal, dan sudah hukum alam disetiap pertemuan pasti ada perpisahan. Sudah hukum alam pula diantara keduanya disisipkan keikhlasan.
Hidup itu waktu. Dan waktu tidak pernah berjalan mundur apalagi berhenti begitu saja.
selain menelan setiap second, waktu juga menelan setiap kebiasaan menjadi sebuah kenangan, sama halnya dia menelan kita. Menelan setiap kebiasaan kita, menelan setiap kebersamaan kita. Menelan pertemuan kita, membuat kita terpisah dan menelan komunikasi antara kita. Sampai dimana ia turut menelanmu bersama bumi yang masih ku pijaki. Semuanya disusun rapi oleh waktu. Sulit diceritakan bagaimana aku kehilangan. Sekedar ucapan tidak akan cukup untuk mewakili kesakitan, sempat aku turut kehilangan sadar. Setiap inci nafasku seperti tertahan berkali-kali. Lidahku ikut serta kelu tak bisa digerakan. Mustahil tidak ada kepedihan didalamnya. Kali ini, tepatnya untuk kesekian kali aku harus mengucapkan selamat jalan. Sudah ku jelaskan diantara kalimat pertemuan dan perpisahan pasti akan selalu tersisipi kata ikhlas. Memberatkan hati untuk melepasmu rasanya akan percuma, memprotes waktu untuk kehilanganmu juga akan sia-sia. yang maha kuasa tidak mau melihatmu terlalu lelah melewati perjalanan. Tenanglah. Semoga dirumahmu yang baru, kau tampak seperti saat pertama kita bertemu, sehat serta manis senyummu, cerita serta lepas gelak tawamu. Kau salah satu perempuan cantik yang Tuhan turunkan ke mukabumi, dan semoga menjadi bidadari tercantik disurga kini. Rest In Peace❤